<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<rss version="0.91">
  <channel>
    <title>khalil gibran</title>
    <link>http://khalil-gibran.blogdrive.com/</link>
    <description>khalil gibran</description>
    <lastBuildDate>Tue, 21 Dec 2004 12:00:02 PST</lastBuildDate>
    <generator>http://www.blogdrive.com</generator>
    <copyright>Copyright 2004.</copyright>
    <category>Art</category>
    <category>Writing</category>
    <category>Poetry</category>
    <item>
      <title>cinta</title>
      <link>http://khalil-gibran.blogdrive.com/archive/9.html</link>
      <pubDate>Tue, 21 Dec 2004 19:56:12 GMT</pubDate>
      <description> 
CINTA (I)


Lalu berkatalah Almitra, Bicaralah pada kami perihal Cinta.


Dan dia mengangkatkan kepalanya dan memandang  ke arah kumpulan manusia itu, dan keheningan menguasai mereka. Dan dengan suara lantang dia berkata:


Pabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,

Walau jalannya sukar dan curam.

Dan pabila sayapnya memelukmu menyerahlah kepadanya.

Walau pedang tersembunyi di antara hujung-hujung sayapnya bisa melukaimu.

Dan kalau dia berbicara padamu percayalah padanya.

Walau suaranya bisa menggetar mimpi-mimpimu bagai angin utara membinasakan taman.

Kerana... (more)</description>
      <comments>http://khalil-gibran.blogdrive.com/comments?id=9</comments>
    </item>
    <item>
      <title>anak..</title>
      <link>http://khalil-gibran.blogdrive.com/archive/8.html</link>
      <pubDate>Tue, 21 Dec 2004 19:53:34 GMT</pubDate>
      <description>ANAK


Dan seorang perempuan yang menggendong bayi dalam dakapan dadanya berkata, Bicaralah pada kami perihal Anak.


Dan dia berkata: 

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu

Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri

Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu

Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu


Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan fikiranmu

Kerana mereka memiliki fikiran mereka sendiri

Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka, tapi bukan jiwa mereka

Kerana jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak... (more)</description>
      <comments>http://khalil-gibran.blogdrive.com/comments?id=8</comments>
    </item>
    <item>
      <title>perkawinan..</title>
      <link>http://khalil-gibran.blogdrive.com/archive/7.html</link>
      <pubDate>Sat, 27 Nov 2004 16:06:27 GMT</pubDate>
      <description>SEKARANG, CINTA mulai menciptakan puisi dalam prosa kehidupan, untuk mencipta fikiran-fikiran masa lalu menjadi nyanyian pujian agar bersenandung siang hari dan menyanyi pada malam hari. 
Sekarang, hasrat menyingkapkan tabir keraguan dari kebingungan pada tahun-tahun yang telah berlalu. 

Dari rangkaian kesenangan, ia merajut kebahagiaan yang hanya bisa dilampaui dengan kebahagiaan jiwa ketika ia memeluk tuannya. 
Itulah dua peribadi kukuh yang berdiri berdampingan untuk mempertentangkan cinta mereka dengan kedengkian dari takdir yang lemah. 

Itulah perpaduan anggur kuning dengan anggur... (more)</description>
      <comments>http://khalil-gibran.blogdrive.com/comments?id=7</comments>
    </item>
    <item>
      <title>saudaraku yang tertindas..</title>
      <link>http://khalil-gibran.blogdrive.com/archive/6.html</link>
      <pubDate>Sat, 27 Nov 2004 16:04:45 GMT</pubDate>
      <description> 
BAGI SAHABATKU YANG TERTINDAS


Wahai engkau yang dilahirkan di atas ranjang kesengsaraan, diberi makan pada dada penurunan nilai, yang bermain sebagai seorang anak di rumah tirani, engkau yang memakan roti basimu dengan keluhan dan meminum air keruhmu bercampur dengan airmata yang getir.


Wahai askar yang diperintah oleh hukum yang tidak adil oleh lelaki yang meninggalkan isterinya, anak-anaknya yang masih kecil, sahabat-sahabatnya, dan memasuki gelanggang kematian demi kepentingan cita-cita, yang mereka sebut 'keperluan'.


Wahai penyair yang hidup sebagai orang asing di kampung... (more)</description>
      <comments>http://khalil-gibran.blogdrive.com/comments?id=6</comments>
    </item>
    <item>
      <title>suara penyair..</title>
      <link>http://khalil-gibran.blogdrive.com/archive/5.html</link>
      <pubDate>Sat, 27 Nov 2004 16:03:09 GMT</pubDate>
      <description> Berkah amal soleh tumbuh subur dalam ladang hatiku.

Aku akan menuai gandum dan membahagikannya pada mereka yang lapar.

Jiwaku menyuburkan ladang anggur yang kuperas buahnya dan kuberikan sarinya pada mereka yang kehausan.

Syurga telah mengisi pelitaku dengan minyaknya dan akan kuletakkan di jendela.

Agar musafir berkelana di gelap malam menemui jalannya.

Kulakukan semua itu kerana mereka adalah diriku.

Andaikan nasib membelenggu tanganku dan aku tak bisa lagi menuruti hati nuraniku, maka yang tertinggal dalam hasratku hanyalah : Mati!

Aku seorang penyair, apabila aku tak bisa... (more)</description>
      <comments>http://khalil-gibran.blogdrive.com/comments?id=5</comments>
    </item>
    <item>
      <title>ciuman pertama..</title>
      <link>http://khalil-gibran.blogdrive.com/archive/4.html</link>
      <pubDate>Sat, 27 Nov 2004 16:02:00 GMT</pubDate>
      <description> 
Itulah tegukan pertama dari cawan yang telah diisi oleh para dewa dari air pancuran cinta.  
Itulah batas antara kebimbangan yang menghiburkan dan menyedihkan hati dengan takdir yang mengisinya dengan kebahagiaan. 

Itulah baris pembuka dari suatu puisi kehidupan , bab pertama dari suatu novel tentang manusia. 

Itulah tali yang menghubungkan pengasingan masa lalu dengan kejayaan masa depan.  
Ciuman pertama menyatukan keheningan perasaan-perasaan dengan nyanyian-nyanyiannya. 

Itulah satu kata yang diucapkan oleh sepasang bibir yang menyatukan hati sebagai singgahsana, cinta sebagai... (more)</description>
      <comments>http://khalil-gibran.blogdrive.com/comments?id=4</comments>
    </item>
    <item>
      <title>kisahku..</title>
      <link>http://khalil-gibran.blogdrive.com/archive/3.html</link>
      <pubDate>Sat, 27 Nov 2004 16:01:13 GMT</pubDate>
      <description> 

Dengarkan kisahku... . 
Dengarkan, tetapi jangan menaruh belas kasihan padaku: kerana belas kasihan menyebabkan kelemahan, padahal aku masih tegar dalam penderitaanku..


Jika kita mencintai, cinta kita bukan dari diri kita, juga bukan untuk diri kita. Jika kita bergembira, kegembiraan kita bukan berada dalam diri kita, tapi dalam Hidup itu sendiri. Jika kita menderita, kesakitan kita tidak terletak pada luka kita, tapi dalam hati nurani alam.


Jangan kau anggap bahawa cinta itu datang kerana pergaulan yang lama atau rayuan yang terus menerus. Cinta adalah tunas pesona jiwa, dan jika... (more)</description>
      <comments>http://khalil-gibran.blogdrive.com/comments?id=3</comments>
    </item>
    <item>
      <title>kekasihku layla..</title>
      <link>http://khalil-gibran.blogdrive.com/archive/2.html</link>
      <pubDate>Sat, 27 Nov 2004 16:00:26 GMT</pubDate>
      <description> 
Kemarilah, kekasihku. 

Kemarilah Layla, dan jangan tinggalkan aku. 

Kehidupan lebih lemah daripada kematian, tetapi kematian lebih lemah daripada cinta...  
Engkau telah membebaskanku, Layla, dari siksaan gelak tawa dan pahitnya anggur itu. 

Izinkan aku mencium tanganmu, tangan yang telah memutuskan rantai-rantaiku.  
Ciumlah bibirku, ciumlah bibir yang telah mencuba untuk membohongi dan yang telah menyelimuti rahsia-rahsia hatiku.  
Tutuplah mataku yang meredup ini dengan jari-jemarimu yang berlumuran darah.  
Ketika jiwaku melayang ke angkasa, taruhlah pisau itu di tangan... (more)</description>
      <comments>http://khalil-gibran.blogdrive.com/comments?id=2</comments>
    </item>
    <item>
      <title>dua puisi</title>
      <link>http://khalil-gibran.blogdrive.com/archive/1.html</link>
      <pubDate>Sat, 27 Nov 2004 15:59:19 GMT</pubDate>
      <description> 
DUA PUISI 
Berabad-abad yang lalu, di suatu jalan menuju Athens, dua orang penyair bertemu. Mereka mengagumi satu sama lain. Salah seorang penyair bertanya, &quot;Apa yang kau ciptakan akhir-akhir ini, dan bagaimana dengan lirikmu?&quot;


Penyair yang seorang lagi  menjawab dengan bangga, &quot;Aku tidak melakukan hal lain selain menyelesaikan syairku yang paling indah, kemungkinan merupakan syair yang paling hebat yang pernah ditulis di Yunani. Isinya pujian tentang Zeus yang Mulia.&quot;


Lalu dia mengambil selembar kulit dari sebalik jubahnya dan berkata, &quot;Ke mari, lihatlah, syair ini kubawa, dan aku... (more)</description>
      <comments>http://khalil-gibran.blogdrive.com/comments?id=1</comments>
    </item>
  </channel>
</rss>
